Tingginya Gunung mencerminkan kegagahan tanpa kesombongan. Terjalnya tebing menggambarkan bahwa hidup penuh tantangan. Panjangnya sungai, melayani masyarakat dengan apa yang ada di dalamnya, serta membaur dengan lingkungan sekitar. Dalamnya lautan, rendah hati tidak merasa aku paling "Wah"....di antara yang lainnya,,diatas langit masih ada langit. Luasnya alam semesta, sejenak aku berpikir bahwa aku gak da apa-apanya dihadapan Yang Maha Esa.
07 September 2024
SESI BEREHAN
SESI BEREHAN ( BERBAGI PRAKTIK BAIK )
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
SMKN
1 PADAHERANG |
|
Lingkup Pendidikan |
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Aksi 1 Melalui
kegiatan pembelajaran dengan model Problem
Based Learning dengan dipadukan dengan metode diskusi, tanya jawab,
analisis, penugasan, dan presentasi, peserta didik diharapkan : a. Dapat memahami
dan menjelaskan terkait sistem bilangan (Biner, Desimal dan Heksadesimal) b. Menerapkan konversi sistem bilangan (Biner, Desimal dan Heksadesimal) dengan rasa
ingin tahu, tanggung jawab, kerjasama dan disiplin selama proses
pembelajaran, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
berbasis 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem
Solving, dan Creativity and Innovation) serta berliterasi dengan baik Aksi 2 Melalui
kegiatan pembelajaran dengan model Problem
Based Learning dengan dipadukan dengan metode diskusi, tanya jawab,
analisis, penugasan, dan presentasi, peserta didik diharapkan : |
|
|
c. Dapat
menganalisis dan mengidentifikasi terkait sistem logika digital (AND, OR,
NOT); (NAND, NOR, EXOR, EXNOR) d. Membuat
rangkaian sistem logika digital (AND, OR, NOT); (NAND, NOR, EXOR, EXNOR) dan
truthtable nya dengan rasa
ingin tahu, tanggung jawab, kerjasama dan disiplin selama proses
pembelajaran, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
berbasis 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem
Solving, dan Creativity and Innovation) serta berliterasi dengan baik Problem
Based Learning yang memiliki
sintak: a. Mengorientasi peserta didik
pada masalah. b. Mengorganisasikan peserta didik
untuk belajar. c. Membantu penyelidikan mandiri
dan kelompok. d. Mengembangkan
dan mempresentasikan hasil karya. e. Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah |
|
Penulis |
Dadan
Darmawan, S.Kom. |
|
Tanggal |
Siklus 1 Pertemuan
1 : Senin, 19 Agustus 2024 Pertemuan
2 : Selasa, 20 Agustus 2024 Siklus
2 Pertemuan
1 : Senin, 26 Agustus 2024 Pertemuan
2 : Selasa, 27 Agustus 2024 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang
masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran
dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Kondisi
yang menjadi latar belakang masalah 1. Kurangnya kemampuan literasi
peserta didik 2. Perbedaan
hasil belajar (progress) peserta didik karena keberagaman daya tangkap
peserta didik dalam memahami materi |
|
|
3. Penerapan
model pembelajaran inovatif yang masih kurang sesuai dengan karakterisk dan
kebutuhan peserta didik 4. Peserta didik belum dapat berpikir kritis Praktik ini
penting untuk dibagikan karena dapat menimbulkan dampak yang sangat besar dan
luar biasa dalam proses pembelajaran yaitu: 1. Model dan
metode pembelajaran lebih bervariasi yaitu PBL sehingga peserta didik dapat
lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 2. Media, alat
dan bahan pembelajaran, lebih inovatif (google classroom) sehingga
menarik perhatian peserta didik. 3. Proses pembelajaran lebih terstruktur. 4. Guru berperan sebagai fasilitator. 5. Pada saat pembelajaran peserta didik lebih fokus. 6. Pembelajaran
lebih menarik dan bermakna (power point dan google classroom ). 7. Tercapainya
tujuan pembelajaran sesuai yang direncanakan. Yang menjadi peran dan tanggung
jawab saya dalam praktek ini, yaitu: 1. Memperoleh
bimbingan dalam proses memperoleh rencana pembelajaran siklus 1 dan 2. 2. Saya
berdiskusi dan mempresentasikan hasil penyusunan rencana pembelajaran siklus
aksi 1 dan 2 bersama teman sejawat. 3. Melakukan
perbaikan (revisi) rencana pembelajaran siklus 1 dan 2 berdasarkan sharing dari hasil
diskusi dan presentasi yang dilakukan. |
|
|
4. Melaksanakan siklus
aksi 1 dan ke 2 berdasarkan perangkat pembelajaran 1 dan 2. 5. Mendokumentasikan
dalam bentuk video proses pelaksanakan siklus aksi ke-1 dan ke-2. 6. Melakukan refleksi kegiatan yang sudah
dilaksanakan. 7. Berdiskusi dengan teman-teman sejawat. |
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan
untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Yang menjadi tantangan untuk
mencapai tujuan tersebut, yaitu: 1. Terbatasnya
sarana, dan prasarana seperti projector, sistem pencahayaan ruangan kelas/lab yang kurang, dll. 2. Tidak adanya
teknisi komputer yang dilibatkan dalam kegiatan ini, sehingga guru tidak
fokus dalam pembelajaran 3. Kurangnya
kesiapan peserta didik dalam proses pembelajaran 4. Kemampuan
peserta didik dalam memahami materi yang disajikan 5. Keaktifan
peserta didik dalam proses pembelajaran baik mandiri, maupun berkelompok berbeda-beda Yang
terlibat dalam siklus 1 yaitu : 1.
Peserta didik kelas X sebagai sentral dalam proses pembelajaran. 2. Guru sebagai fasilitator. |
|
|
3. Kepala Sekolah yang memberikan ijin dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Yang
terlibat dalam siklus 2 yaitu : 1.
Peserta didik kelas X sebagai sentral dalam proses pembelajaran. 2.
Guru sebagai fasilitator. 3.
Kepala Sekolah yang memberikan ijin dan
menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. |
|
Aksi
: Langkah-langkah apa yang dilakukan
untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana
prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang
diperlukan untuk melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut : Siklus
1 1.
Berkaitan dengan penggunaan media : Guru dapat
menggunakan media pembelajaran berupa pengamatan langsung terhadap tempat
sekitar terkait contoh sistem bilangan desimal. Kemudian materi dapat ditayangkan melalui slide powerpoint sehingga dapat memudahkan peserta
didik dan guru untuk memahami dan menyampaikan materi pembelajaran 2.
Berkaitan dengan penggunaan strategi pembelajaran :
Perlunya pemetaan untuk mengetahui kesiapan, minat dan profil belajar peserta
didik sehingga peserta didik mampu memaksimalkan kemampuannya dalam belajar.
Guru juga bisa melaksanakan ice breaking atau games sehingga pembelajaran
dapat lebih menyenangkan 3.
Berkaitan dengan Penggunaan model pembelajaran:
Dalam hal ini guru menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran |
|
|
yang digunakan
adalah model problem based learning (PBL) yang terdiri dari 5
fase/tahapan, yaitu : ·
Mengorientasikan peserta didik pada masalah, ·
Mengorganisasikan peserta didik, ·
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, ·
Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya, dan terakhir ·
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 4.
Berkaitan dengan Penilaian : Guru harus melakukan
penilaian secara keseluruhan baik dari ranah kognitif, apektif dan psikomotor
yang dituangkan dalam instrumen yang lengkap
mulai dari kisi-kisi soal, indikator ketercapaian, dan rubrik penilaian 5.
Berkaitan dengan suasana kelas : Guru dapat
mendesain ruang kelas dengan baik, mulai dari kebersihan, kerapihan,
keindahan, serta posisi tempat duduk, sehingga peserta didik dapat merasa
nyaman dan termotivasi untuk belajar Siklus 2 1.
Berkaitan dengan penggunaan media : Guru dapat
menggunakan media pembelajaran berupa pengamatan langsung terhadap tempat
sekitar terkait contoh sistem logika digital. Kemudian materi dapat
ditayangkan melalui slide powerpoint sehingga dapat memudahkan peserta
didik dan guru untuk memahami dan menyampaikan materi pembelajaran 2.
Berkaitan dengan penggunaan strategi
pembelajaran : Perlunya pemetaan
untuk |
|
|
mengetahui
kesiapan, minat dan profil belajar peserta didik sehingga peserta didik mampu
memaksimalkan kemampuannya dalam belajar. Guru juga bisa melaksanakan ice
breaking atau games sehingga pembelajaran dapat lebih menyenangkan 3.
Berkaitan dengan Penggunaan model pembelajaran:
Dalam hal ini guru menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran yang digunakan adalah
model problem based learning (PBL) yang terdiri dari 5 fase/tahapan,
yaitu : ·
Mengorientasikan peserta didik pada
masalah, ·
Mengorganisasikan peserta didik, ·
Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, ·
Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya, dan terakhir ·
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah 4.
Berkaitan dengan Penilaian : Guru harus melakukan
penilaian secara keseluruhan baik dari ranah kognitif, apektif dan psikomotor
yang dituangkan dalam instrumen yang lengkap
mulai dari kisi-kisi soal, indikator ketercapaian, dan rubrik penilaian 5.
Berkaitan dengan suasana kelas : Guru dapat
mendesain ruang kelas dengan baik, mulai dari kebersihan, kerapihan,
keindahan, serta posisi tempat duduk, sehingga peserta didik dapat merasa
nyaman dan termotivasi untuk belajar |
|
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari
Langkah-langkah yang |
Dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? |
|
dilakukan? Apakah hasilnya efektif?
Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang
lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut |
Dampak dari langkah-langkah yang
dilakukan menggunakan Problem Based Learning hasilnya efektif. Dapat
dikatakan efektif karena : a. Terlaksananya
semua tahapan kegiatan / aktivitas dalam pembelajaran sesuai dengan RPP yang
telah disusun sebelumnya. b. Peserta didik
mulai mengalami perubahan cara belajar, Peserta didik
juga lebih termotivasi ketika belajar karena lebih banyak peserta didik yang
bersemangat, aktif dan tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran. c. Peserta didik
juga semakin terampil berkerjasama dalam diskusi saling berbagi informasi dan
lebih mandiri dalam mencari jawaban dari berbagai sumber untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang diharapkan. d. Peserta didik
menjadi terbiasa mengikuti langkah-langkah pada model pembelajaran Problem
Based Learning sehingga solusi dari permasalahan yang muncul juga dapat
tersaji dengan baik dan jelas. e. Kepala Sekolah
dan teman sejawat mendukung kegiatan yang dilakukan. f.
Tercapainya kegiatan sesuai dengan
harapan Apakah
hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Dengan
menggunakan model pembelajaran PBL dan dengan memanfaatkan teknologi IT
Hasilnya sanga tefektif, karena peserta didik menjadi sangat
antusias, bersemangat, dan merasa senang dalam proses pembelajaran
berlangsung, mulai dari pendahuluan hingga proses pembelajaran selesai. Hal
ini dapat dilihat dari hasil refleksi dan
observasi. |
|
|
Respon orang lain terkait dengan
strategi yang dilakukan a. Respon Kepala
Sekolah sangat positif dan mendukung penuh atas kegiatatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan agar kami
dapat menjadi model buat guru
yang lain. b. Rekan sejawat
semua responnya sangat positif dan antusias, sehingga mereka juga ingin
melaksanakan model pembelajaran yang telah saya laksanakan. Karena berdampak
besar terhadap motivasi belajar peserta didik. c. Respon peserta
didik sangat positif karena dengan pembelajaran yang telah dilaksanakan
merasa sangat menyenangkan dan mudah dalam
memahami materi pelajaran sistem komputer. Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan a.
Dukungan Kepala Sekolah dan rekan sejawat yang juga
turut membantu mempersiapkan alat dalam proses perekaman kegiatan pembelajaran. b.
Situasi dan kondisi sangat mendukung terlaksananya
kegiatan ke-1 dan ke-2. c.
Dapat mengantisipasi atau mengatasi tantangan yang
dihadapi sebelum hari pelaksanaan ke- 1 dan
ke-2 d.
Berusaha melaksanakan semaksimal mungkin seluruh rencana yang telah disusun sebelumnya. e.
Selalu melakukan refleksi diri dan evaluasi setiap tahapan yang telah dilakukan |
|
|
Apa yang menjadi faktor
ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan a.
Pengambilan video pada saat pelaksanaan proses pembelajaran Siklus Aksi Ke_1
belum optimal karena keterbatasan dan kesalahan teknis seperti jaringan yang
terputus, gmeet yang keluar suaranya tapi gambarnya
tetap diam, sehingga hasil rekaman video ada yang terputus, tapi
Alhamdulillah bisa dilengkapi dari kamera lainnya. b.
Kurangnya ketelitian dalam pengambilan gambar sehingga pengambilan gambar dari
kamera sempat mati (tidak merekam) sehingga ada yang kurang sesuai dengan
sintaks pembelajaran. Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut a. Pelaksanaan
proses pembelajaran sehari-hari perlulebih tertib dan terstruktur. b. Peserta didik
lebih tertarik, senang, antusias dan
fokus. c. Pembelajaran lebih bervariatif. d. Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. e. Media dan
alat/bahan pembelajaran lebih inovatif. f.
Penggunaan gestur, analogi dan intonasi harus lebih stabil. |


.jpeg)

.jpeg)